Comanditaire Venootschap atau biasa di singkat CV adalah Usaha dengan modal yang terbatas. Berbeda dengan PT yang memiliki syarat minimal modal dasar Rp. 50 Juta yang mana harus di setor ke kas Perseroan minimal 25 % nya. Sedangkan CV tidak di tentukan Modal minimal. PT berupa Badan Hukum dimana kekayaannya terpisah dengan kekayaan para pendirinya dan dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Sementara CV, kekayaan para Pendiri tidak terpisah dengan kekayaan CV tersebut. Modal anggaran dasar CV tidak di sebutkan pembagiannya seperti PT. Jadi para pendiri akan membuat kesepakatan sendiri atau membuat catatan terpisah karena tidak ada pemisah kekayaan antara Cv dan para Pendirinya.
CV didirikan minimal oleh dua orang, Satu dari antara mereka sebagai Persero Aktif atau biasa di sebut Direktur yang akan bertanggung jawab penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk mengganti kerugian yang di tuntut pihak ketiga apabila terjadi masalah di CV tersebut. Sementara salah satunya lagi sebagai Persero Komanditer atau biasa di sebut Sleeping Partner yang hanya bertanggung jawab sebesar modal yang di setorkan ke dalam perseroan apabila terjadi masalah di CV tersebut.
Syarat mendirikan CV :
1. Pendiri 2 orang
2. Menggunakan Akta Notaris yang berbahasa Indonesia
( Undang Undang Hukum Dagang Adalah Pendiri Cv tidak multak harus dengan Akta Notaris )
3. Membawa KTP
4. Menentukan Calon Nama CV tersebut
( Sering terdapat Nama CV yang sama karena pendirian CV tidak di perlukan pengecekan nama CV terlebih dahulu )
5. Tempat atau Lokasi CV
6. Menentukan Persero Aktif & Persero Komanditer
7. Tujuan didirikannya CV tersebut
Syarat memperkokoh CV di mata Hukum untuk menghindari pertentangan di kemudian hari, boleh juga di tambahkan :
1. Daftarkan CV pada Pengadilan Tinggi Negeri setempat
2. Bawa Surat Keterangan Domisili Perusahaan ( SKDP )
3. NPWP atas nama CV yang bersangkutan
( Apabila CV tersebut menjalankan usaha yang tidak memerlukan tender ke Instansi Pemerintah dan hanya di gunakan untuk usaha, maka syarat di atas sudah cukup )
Namun apabila CV tersebut menjalankan usaha yang memerlukan tender ke Instansi Pemerintah maka harus melengkapi surat – surat lainnya yaitu :
1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak ( KPK )
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan ( SIUP )
3. Tanda Daftar Perseroan ( Bagi CV )
4. Keanggotaan Kadin
5. Copy Kartu Keluarga ( Direktur ) di Cv tersebut
6. Copy NPWP Direktur CV tersebut
7. Bukti kepemilikan tempat Usaha ( Copy sertifikat & Copy Pelunasan PBB tahun terakhir )
8. Apabila tempat usaha tersebut di sewa, maka copy bukti adanya sewa menyewa & bukti pembayaran pajak sewa ( Pph ) oleh pemilik tempat usaha tersebut.

Comments

comments