Pemerintah melakukan peraturan baru selama Rahmadan yaitu dengan melakukan pengawasan dakwah di beberapa tempat tertentu. Tujuan ini tidak lain adalah untuk menghindari adanya jaringan terorisme yang berdali mengajarkan agama namun sesungguhnya mengotori otak – otak masyarakat dan menyeret masyarakat untuk menjadi salah satu dari mereka.
Pemerintah hanya berusaha untuk membuktikan pada dunia bahwa setiap ceramah di masjid – masjid tidak pernah mengajarkan hal – hal negatif seperti melakukan jihat dengan bom bunuh diri. Hal ini sangat efisien untuk mengurangi ruang gerak teroris yang ingin merusak otak – otak masyarakat Indonesia dengan hal – hal yang berdali Agama.
Pemerintah sangat berharap kerja sama dan pengertian dari seluruh umat Islam, Demi kenyamanan dan kedamaian Indonesia agar tidak merasa takut dengan teror yang di lakukan teroris yang juga telah merenggut banyak korban.
Namun ternyata tindakan pemerintah yang bermaksud menjadikan Negara Indonesia aman, Di kritik oleh Ustad Abu Bakar Ba’asyir dan beberapa ulama. Menurut Ustad Abu Bakar Ba’asyir hal ini membuat masyarakat tidak nyaman, sementara seorang ulama menyatakan bahwa warga muslim akan merasa di sudutkan dengan adanya pengawasan ini. Hingga saat ini, Ustad Abu bakar Ba’asyir dan beberapa ulama tidak bisa menerima kebijakan ini dengan alasan – alasan di atas.

Comments

comments