Setelah beberapa hari di nyatakan menghilang, akhirnya polisi mendapatkan kejelasan atas hilangnya seorang warga jepang di bali. Tepatnya jumat 25/9 sekiar pukul 24.00 wita, Mayumi Someya (30) dan Rika Sano alias Sanoi (33) yang menginap di hotel Prani Legian, Jalan Buntut Sari No. 4, Legian Kelod, Kuta, Badung, kamar nomor 10.
sepulang dari bepergian Mayumi dan Sano kembali ke hotel bersama seorang pria lokal yang tidak di ketahui identitasnya. Tak lama kemudian, mayumi keluar bersama pria tersebut dan bapak I made budiana ( 28 ) sebagai Front Office dan Security di hotel tersebut tidak melihat saat mayumi kembali lagi ke hotel.
Pada pukul 02.30 wita, pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian sektor kuta membangunkan security tersebut dan menanyakan kamar mayumi, dengan menunjukkan kartu tanda anggota kepolisian kepada security dan menyatakan kepada security bahwa ada beberapa hal yang ingin di tanyakan pada mayumi. Tanpa merasa curiga, security tersebut membawa pria yang mengaku sebagai polisi menuju kamar mayumi, lalu security mengetok pintu kamar mayumi dan setelah mayumi membuka pintu kamar tersebut, security tersebut menjelaskan kepada mayumi ” Mayumi that is from police, he want to check you, he just need informatio,”
setelah menjelaskan hal tersebut kepada mayumi, lalu mayumi keluar bersama pria tersebut, namun beberapa menit kemudian pria tersebut datang lagi dan tanpa mayumi. Pria tersebut meminta security untuk mengantarkan nya ke kamar mayumi untuk bertemu sano, pria yang mengaku sebagai polisi tersebut menyatakan kepada security tersebut bahwa mayumi terlibat masalah narkotik dan polisi ingin meminta keterangan yang jelas dari sano di kantor polisi.
Lalu security tersebut segera membawa pria itu untuk bertemu dengan sano, security lalu mengetuk pintu kamar sano dan berkata ” Sano, you do with the police because your friend Mayumi have drugs trouble “.
Sano merasa terkejut saat security tersebut manyampaikan alasan kedatangan pria tersebut menjemput sano, namun sano tanpa membanta ikut keluar dengan pria tersebut. Bahkan security sempat mengikuti saat sano dan pria yang mengaku polisi tersebut sampai keluar dari hotel, namun security tersebut tidak melihat nomer flat kendaraan sepeda motor yang di gunakan untuk menjemput sano.
Sekitar pukul 03.30 wita dini hari, pria tersebut kembali lagi dan memerintahkan security untuk membuka kamar sano dan mayumi untuk penggeledahan. Untuk kesekian kali, sang security mengikuti kemauan pria yang mengaku sebagai polisi. Setelah beberapa menit menggeledah isi kamar, pria tersebut keluar dengan membawa dua buah tas dan memerintahkan kepada security agar mengunci kamar dan jangan di bersihkan karena akan ada lagi penggeledahan dari pihak densus.
Sementara itu, menurut pengakuan mayumi, mayumi di bawa pria tersebut ke jalan dewi sri yang berjarak sekitar 2km dari lokasi hotel. Dan menurut keterangan mayumi, bahwa ia hampir saja di perkosa dan bahkan ia juga di rampok, barang – barang yang di rampok berupa uang tunai Rp. 550,000 dan anting emas, handphone, jam tangan, passport.
Setelah mayumi berhasil meloloskan diri, mayumi kembali ke hotel hendak memberi tahu kejadian tersebut kepada sano. Namun saat mayumi kembali ke hotel, ternyata sano telah pergi nersama pria tersebut dan mayumi melaporkan kehilangan sano sejak jumat tersebut.
Terungkapnya keberadaan sano adalah Senin, 28/9 . Sano yang tidak bernyawa lagi di temukan tepat di jalan Mertanadi Kuta yaitu di depan pasar oleh oleh kampoeng bali. Jenazah sano pertama kali di temukan oleh salah satu karyawan pepaya bakery yang tepat berlokasi di samping tempat jenasah di temukan. Karyawan pepaya bakery ini menemukan jenazah tersebut karena adanya bau yang menyengat yang masuk hingga ke dalam restaurant, dan saat memeriksa ternyata mereka melihat sosok mayat yang telanjang tanpa baju dan terlungkup di balik semak – semak di samping restaurant tersebut.
Segera pihak karyawan menghubungi polisi, dan bukan hanya Direktur Reskrim Polda Bali Kombes Pol. Drs. Wilmar Marpaung yang berada di lokasi kejadian, namun pihak konsulat jepang juga datang melihat langsung jenazah di lokasi tersebut. Pihak kepolisian juga menemukan beberapa barang – barang milik korban yang berada dekat dengan jenazah, dan hingga saat ini pihak kepolisian belum berani membeberkan kapan tepatnya korban meninggal, apakah selain pembunuhan juga ada sangkut paut dengan pemerkosaan, apakah benar salah satu pihak kepolisian yang melakukan pembunuhan tersebut,
Pihak yang berwajib hanya mengatakan, akan memberi kejelasan setelah hasil autopsi keluar dan akan segera melakukan pemeriksaan di mulai dari security ( I made budiana ) hingga pihak – pihak yang di anggap pernah kenal atau bertegur sapa atau melihat korban sebelum kejadian penculikan.

Comments

comments