Teroris tidak hanya mengakibatkan pertumpahan darah, Baik untuk bangsa sendiri juga kepada bangsa lain. Teroris juga mengakibatkan rusaknya hubungan kerjasama pertukaran mahasiswa/i Australia dan Indonesia. Travel Warning yang telah di keluarkan pihak pemerintahan Australia kepada masyarakat Australia untuk berhenti berkunjung ke indonesia juga berlaku kepada Mahasiswa/i Australia yang biasa dapat melakukan pertukaran pelajar dengan mahasiswa/i Indonesia. Jelas hal ini sangat merusak kesempatan Putra/Putri Indonesia untuk maju ke depan. Harbangan Napitupulu, Sebagai konsulat Indonesia di Australia menyatakan bahwa konsulat Indonesia di Australia telah berusaha untuk meminta pertimbangan pemerintahan Australia agar menarik Warning tersebut, Namun pemerintahan Australia bersikeras untuk melakukan Warning demi keselamatan bangsa Australia. Para mahasiswa yang berada di Australia juga para mahasiswa yang berharap bisa mendapat kesempatan untuk lebih maju sangat berharap agar masyarakat Indonesia tidak terpengaruh dengan iming – iming Jihat yang di jadikan teroris hanya untuk menghancurkan Indonesia. Harapan mahasiswa/i Indonesia, Agar bangsa Indonesia dapat lebih cerdas berpikir untuk kepentingan Masyarakat Indonesia sendiri. Berpikir bahwa tanpa bantuan Negara – Negara Asing, Indonesia tidak dapat berdiri sendiri, Sama halnya dengan sosok manusia yang tidak dapat hidup sendiri tanpa teman atau keluarga. Harapan besar masyarakat juga mahasiswa/i Indonesia adalah kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk membangun Indonesia yang maju. yang menjadi pertanyaan besar, Mampu kah masyarakat Indonesia memahami dan membantu mewujudkan impian Putra/i Indonesia yang ingin maju sama dengan mahasiwa/i dari Negara – Negara Asing?

Comments

comments